• Jl. Tentara Pelajar 12 A
  • (0251) 832 1762 / 085213878771 (WA)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Sentra Informasi Layanan Pascapanen
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Laporan Pengaduan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
  • Layanan
    • Layanan Perakitan dan Perekayasaan Teknologi Pascapanen Pertanian
    • Data Komposisi Pangan
    • Sertifikasi Produk, Proses dan Jasa
    • Penyelenggara Uji Profisiensi
    • Penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia
    • Pengujian Analisa Laboratorium
    • Sertifikasi Halal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Perpustakaan Digital
    • Warta
    • Jurnal
Thumb
251 dilihat       25 Mei 2025

Banyuasin Genjot Produksi Padi Lewat Program Oplah, Targetkan IP 300 di Kecamatan Selat Penuguan

BRMP Pascapanen bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mengakselerasi peningkatan produksi padi melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah). Salah satu wilayah strategis yang menjadi fokus adalah Kecamatan Selat Penuguan, dengan target peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi 300. Program ini mencakup empat desa dengan total luas lahan pertanian mencapai 2.250 hektare, meliputi Desa Bumi Rejo (614 ha), Desa Mekarsari (1.016 ha), Desa Songo Makmur (520 ha), dan Desa Penuguan (100 ha).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Pascapanen, Zainal Abidin dan turut dihadiri Kepala SMK PP Sembawa Budi Santoso, Kepala Desa Songo Makmur Suharto, serta tim penyuluh dan Babinsa.

Desa Songo Makmur menjadi salah satu fokus pelaksanaan Oplah, dengan total 441 hektare lahan dialokasikan khusus untuk program ini. Dalam sambutannya, Kepala Desa Suharto mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program tersebut sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan dengan tidak mengalihfungsikan lahan pertanian ke perkebunan sawit.

Zainal Abidin menyampaikan bahwa optimalisasi lahan sangat penting guna menjaga keberlanjutan stok pangan nasional. “Kebutuhan nasional saat ini berada di kisaran 20–25 juta ton. Syukurlah, stok kita sudah mencapai 38 juta ton. Tugas kita adalah menjaga agar angka ini tetap stabil, salah satunya melalui Oplah yang mampu meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan berupa alsintan, benih, dan pestisida untuk mendukung capaian IP 200–300.

Sementara itu, Kepala SMK PP Sembawa, Budi Santoso, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengantisipasi potensi krisis pangan global sejak 2023. Program swasembada pangan didesain melalui dua pendekatan, yakni intensifikasi melalui Oplah dan pompanisasi, serta ekstensifikasi melalui pencetakan sawah baru.

Ia juga memperkenalkan konsep “Brigade Pangan”, yakni kelompok petani milenial berusia 17–30 tahun yang akan menjadi motor penggerak Oplah. “Mereka adaptif terhadap teknologi dan punya semangat tinggi. Brigade ini harus berpikir bisnis, dengan dua rekening: satu untuk operasional, satu lagi untuk penyusutan. Jika petani hanya sanggup tanam satu kali, Brigade akan mengambil alih tanam kedua dengan sistem bagi hasil,” jelasnya. Di Desa Songo Makmur, direncanakan pembentukan dua Brigade Pangan yang akan didampingi Kepala Desa dan Babinsa.

Namun demikian, petani di Desa Songo Makmur menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya pendangkalan saluran sekunder, tingkat keasaman air yang tinggi, serta hama tikus yang merajalela. Para petani berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret atas kendala tersebut agar program Oplah dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, petani, dan petani milenial, Banyuasin optimistis bisa menjadi lumbung pangan regional sekaligus kontributor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Prev Next

- BRMP Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Sharing Session Cari Tahu Tentang SNI Pedoman Proses Pascapanen Cabai Kering 2026
    27 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    SUP INSTAN SAYURAN KERING INSTAN
    24 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Video beragam inovasi produk hasil pascapanen
    23 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Maklumat Layanan BRMP Pascapanen 2026
    23 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Tanamkan Disiplin ASN, BRMP Pascapanen Sosialisasikan PP Nomor 94 Tahun 2021
    21 Jul 2026 - By BRMP Admin

tags

BRMP Pascapanen KABB Pascapanen Oplah

Kontak

(0251) 832 1762 / 085213878771 (WA)
-
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar 12 A, Cimanggu, Bogor Tengah 16122, Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

https://pascapanen.brmp.pertanian.go.id/

© 2022 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian. All Right Reserved